Indikator Parabolic SAR

Siapa yang tidak ingat akan pemakaian indikator SAR alias Stop And Reverse (SAR)? Mungkin penggunaannya sangat mudah sehingga trader bisa mendapatkan keuntungan dengan sangat leluasa. Namun kenapa masih ada trader yang rugi memakai indikator PSAR ini? apakah mereka masih kurang memahami tentang indikator parabolic?

Parabolic SAR adalah indikator yang pada awalnya digunakan untuk mengetahui kapan trend akan berhenti (stop) dan balik arah (reverse). Namun sering dalam penggunaannya, ternyata parabolic sar juga banyak digunakan sebagi entry point.

Interpretasi Parabolic SAR dan kegunaan Parabolic SAR sama persis dengan Moving Average atau trend indicator lainnya. Hanya saja Wilder menciptakan indikator ini untuk mengeliminir kekurangan MA yaitu sifatnya yang membentuk kurva sehingga sering kali terjadi mis interpretasi. Dengan SAR yang berupa titik, trend naik atau turun menjadi kelihatan lebih pasti dan tidak lagi menimbulkan salah tafsir.

Seperti telah disinggung di atas, kelebihan Parabolic SAR adalah tampilannya yang berupa titik sehingga dengan demikian memudahkan seseorang dalam membaca keadaan market. Trader cukup melihat dimanakah posisi titik SAR apakah di bawah atau di atas dari bar untuk mengetahui trend yang sedang terjadi.

Hal-hal yang perlu diketahui dari Parabolic SAR adalah :

  • Indikator ini dibuat untuk mengetahui pembalikan tren, maka dinamakan Stop And Reverse  (SAR).
  • Ini adalah indikator paling mudah untuk ditafsirkan karena hanya memberikan sinyal bullish dan bearish.
  • Ketika titik-titik berada di atas candle, itu adalah sinyal jual.
  • Ketika titik-titik berada di bawah candle, itu adalah sinyal beli.
  • Indikator ini paling baik digunakan dalam tren pasar yang terdiri dari rally atau terjun yang panjang.

Penggunaan parabolic sar dalam menentukan trend yang akan terjadi sangat ampuh jika digabungkan dengan bollinger band. Entry pointnya yaitu ketika bollinger band mengalami breakout dan titik sar muncul dibawah grafik.