Supply Dan Demand Di Forex

Hal mendasar bagi trader pemula adalah mengetahui bagaimana dan mengapa harga bisa bergerak. Karenanya penting dipahami bahwa harga bergerak tidak lain hanya karena fungsi, serta akibat dari Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply and Demand), bukan karena hal lain.

Harga bergerak hanya, dan hanya, jika perhitungan sederhana menjadi tidak seimbang. Anggap saja perdagangan mata uang ini tidak jauh beda dengan perdagangan di pasar tradisional kita. Harga bawang, misalnya, akan melonjak naik karena berkurangnya pasokan dari Brebes. Atau karena mendekati hari-hari besar permintaan melonjak. Jadi jangan heran kalo ibu-ibu mengomel karena harga bawang atau ayam naik di pasar.

Hal ini hampir sama saja dengan perdagangan mata uang. Hanya saja berbeda skala dan medium . Karenanya mind-set yang paling awal dimiliki oleh seorang trader adalah mindset pedagang, yang berdagang karena adanya permintaan dan penawaran.

Sekali lagi penulis mengulang, harga selalu terbentuk berdasarkan hukum penawaran dan permintaan ini, untuk menegaskan betapa pentingnya hukum ini dalam dunia ekonomi. Jika penawaran (supply) akan suatu barang tinggi, namun permintaan (demand) atas barang itu rendah, maka harga akan jatuh. Demikian pula sebaliknya, permintaan sedang menjulang tinggi tapi penawarannya terbatas, harga otomatis melonjak naik.

Singkatnya, kalau banyak yang jual tetapi sedikit yang mau beli, artinya barang itu tidak laku. Akibatnya harga barang itu akan turun. Sebaliknya, kalau banyak yang mau membeli tapi persediaannya terbatas, barang itu akan laku keras. Otomatis harganya akan meroket naik. Hal adalah pengetahuan dasar bagi trader pemula, agar mengetahui bagaimana dan mengapa harga ini bergerak.

Hukum ekonomi selalu berada di luar objek yang diselidiki, namun keadaannya tetap tidak berubah. Singkatnya hukum permintaan adalah: “Permintaan akan bertambah apabila harga turun dan akan berkurang apa bila harga naik”. Hukum permintaan tersebut dilatari oleh kenyataan bahwa orang harus memenuhi kebutuhannya sebatas anggaran atau pendapatan tertentu.

Di sini akhirnya muncul masalah mengapa manusia harus memenuhi berbagai kebutuhan, sementara anggaran yang dimilikinya terbatas? Alasannya, setiap benda pemenuh kebutuhan mempunyai kegunaan masing-masing. Sehingga orang akan berupaya memenuhi kebutuhan dengan menyamakan pertambahan kegunaan benda pemuas kebutuhan yang dikonsumsinya.

Sedang penjual biasanya ingin menjual barang atau jasa yang diproduksinya dengan harga tinggi. Walaupun risikonya adalah barang yang terjual akan relatif sedikit. Untuk menjual pada tingkat harga yang diinginkan, seorang penjual harus mempunyai pengamatan yang cermat terhadap perilaku pasar.

Contoh: penjual buah-buahan ingin menjual buah dengan harga yang tinggi di pasar. Sayangnya, keinginan itu bertepatan dengan musim panen raya. Akibatnya di pasar akan berkerumunan penjual buah-buahan sehingga harga buah-buahan pun jatuh.

Demikian pula dengan trader. Seorang trader harusnya memahami bahwa mekanisme market itu tidak lebih dan tidak beda dengan pasar-pasar lain yang diketahuinya. Entah di pasar saham atau pasar ikan di Muara Angke, kita saksikan bagaimana hukum permintaan penawaran bekerja dengan faktor manusia yang terlibat di dalamnya.

Inilah pokok utama penggerak harga, dan peluang muncul ketika hubungan sederhana menjadi tidak seimbang. Jika saja kita bersedia mengobservasi interaksi “supply dan demand” yang selalu ada tiap saat, seharusnya proses identifikasi kapan harga akan berbalik arah tidaklah terlalu sulit.