Fakta Profit Dalam Forex

Orang masuk dunia trading forex itu tujuannya cuma satu (kecuali kelainan kondisi mental).

Yaitu cari untung, atau bahasa kerennya, Profit.

Nah, bicara soal profit dalam forex, masih banyak di antara kita masih menganut paham-paham “over-simplistic” mengenai tujuan utama dari kegiatan trading tersebut. Maksudnya, kesalahpahaman muncul karena trader pemula malas berpikir dalam konteks dan skenario trading beragam.

Gejala utama dari malas berpikir itu biasanya diawali ketika trader pemula hanya tertarik untuk mencari jalan pintas. Misalnya; mereka cuma tertarik pada teknik-teknik “Holy Grail” yang katanya bisa mencetak profit tanpa resiko dan rugi.

Setelah pikiran Anda mulai terbuka, kini saatnya untuk mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan profit dalam forex dengan benar.

a. Entry dan exit bergantung pada kondisi trend dan momentum pasar

Cara memperoleh profit dalam forex secara optimal sebenarnya terletak pada ketrampilan untuk mempertimbangkan kapan waktu untuk masuk dan keluar dari pasar. Dengan kata lain, Anda hanya perlu menahan posisi trading selama kondisi pasar masih memungkinkan.

Untuk entry, manfaatkanlah indikator-indikator trend seperti Moving Average atau MACD. Sedangkan untuk exit-nya, Anda bisa menggunakan fibonacci retracement atau indikator momentum dan turunannya seperti Relative Strength Index (RSI) dan Commodity Channel Index (CCI).

b. Rasio risk dan reward bisa diatur secara fleksibel menurut sistem trading dan kondisi pasar

Dalam kondisi pasar tertentu, terutama sideway, sebenarnya Anda bisa menggunakan rasio lebih kecil daripada 2:1.

Misalnya seperti ini:

rasio 1:1 untuk profit taking

Dari chart sebelumnya, posisi ditutup rugi 50 pips dengan rasio 2:1 karena harga terlebih dahulu menyentuh Stop Loss. Dengan chart serupa, kita bisa ambil profit hingga 100 pips jika menentukan Stop Loss sebanyak Take Profit-nya (rasio 1:1)

Jadi sebetulnya rasio risk vs. reward itu harus diatur secara fleksibel. Gunakan rasio kecil pada kondisi market sideways, sedangkan jika kondisinya sedang trending, silahkan pakai rasio lebih tinggi.

c. Tidak ada yang bisa menentukan secara pasti arah pergerakan harga pada Forex

Pergerakan harga pada dasarnya adalah perubahan keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Artinya, harga akan mengalami kenaikan atau penurunan bergantung pada sejauh mana ketersediaan permintaan melawan penawaran. Jadi jika permintaan lebih banyak daripada penawaran, maka harga akan meningkat. Begitu juga sebaliknya.

Masalahnya, tidak ada bursa sentral pada pasar Forex. Dengan kata lain, tidak ada satupun pihak dapat mengontrol ataupun menjamin seberapa besar trafik permintaan akan ditunjang oleh penawaran sebanding. Jadi, meskipun likuiditas pada beberapa pair mayor sangat besar, tidak ada jaminan bahwa harga tak akan pernah bergejolak.

Intinya, sadarilah bahwa beberapa kerugian memang tidak dapat dihindari. Karenanya, menggunakan Money Management agar posisi profit dapat menutupi posisi loss, itu lebih penting daripada mencari pola-pola menguntungkan atau menunggu rilis berita ekonomi tertentu.

d. Tidak ada Holy Grail untuk Profit Taking 100% pada Forex

Tidak usah repot-repot mencari sistem “tanpa resiko” tersebut. Trading Forex memang beresiko, jadi sudah jelas Anda dibohongi. Lebih baik investasikan waktu dan uang untuk membangun sistem trading sesuai dengan spesifikasi kebutuhan trading sendiri.